You can fill in the blank. There seems to be too many reasons in the world, that people use to justify hurting others. I don't like it. This story from CNN / www.getreligion.org is one of many examples. At what point does humanity grow up?
Ghosts in the Egyptian virginity tests?
Posted by Mollie
CNN is up with a horrifying story about what female protesters went through during the recent Arab Spring uprisings in Egypt. A senior Egyptian general has admitted that women were subjected to “virginity checks.” Amnesty International had alleged as such in a report following the protests. That group claimed that females “were beaten, given electric shocks, strip-searched, threatened with prostitution charges and forced to submit to virginity checks.” Those reports were denied. Things have changed:
But now a senior general who asked not to be identified said the virginity tests were conducted and defended the practice.
“The girls who were detained were not like your daughter or mine,” the general said. “These were girls who had camped out in tents with male protesters in Tahrir Square, and we found in the tents Molotov cocktails and (drugs).”
The general said the virginity checks were done so that the women wouldn’t later claim they had been raped by Egyptian authorities.
“We didn’t want them to say we had sexually assaulted or raped them, so we wanted to prove that they weren’t virgins in the first place,” the general said. “None of them were (virgins).”
This is horribly sad and also tremendously bizarre. I had more questions after reading the story than I did at the beginning. Why would, for instance, proof that they weren’t virgins have anything to do with whether the military raped or sexually assaulted them? What are these virginity checks? What in the h-e-double-hockey-sticks is going on?
We get the testimony of Salwa Hosseini, a young hairdresser who described being shocked with a stun gun, called a prostitute and given a virginity test. She says of the treatment that it was designed to steal her dignity.
Later, we learn:
The senior Egyptian general said the 149 people detained after the March 9 protest were subsequently tried in military courts, and most have been sentenced to a year in prison.
Authorities later revoked those sentences “when we discovered that some of the detainees had university degrees, so we decided to give them a second chance,” he said.
All this is interesting but I can’t help but think too much is being assumed of the reader, particularly with the virginity tests. I found this 2009 BBC story about anger in Egypt over kits that enable women to fake their virginity. In that story, we learn that there is a religious component. The brief article gives these details:
Abdul Mouti Bayoumi said supplying the item was akin to spreading vice in society, a crime punishable by death in Islamic Sharia law. …
There is a stigma about pre-marital sex in conservative Arab societies.
Professor Bayoumi, a scholar at the prestigious al-Azhar University, said it undermined the moral deterrent of fornication, which he described as a crime and one of the cardinal sins in Islam.
When writing about another place, we need to know more about those aspects of the culture that create situations such as this. Even just brief mentions of traditions, religion and mores would help a great deal.
Go Ahead Evil Hamsters, keep on talking. Your bull&%^$ will be seen eventually.
Copy write and all rights reserved for shared content by the original authors. Original Content, title and trademark reserved by Cloud Concepts Incorporated, LLC., a California Corporation.
Showing posts with label Virginity. Show all posts
Showing posts with label Virginity. Show all posts
Konsep Keperawanan - Apa Sih Perawan itu ?
Istilah virgin berasal dari bahasa Latin virgo atau gadis, perawan. Istilah ini juga punya kaitan erat dengan istilah virga, yang artinya baru, ranting muda atau cabang yang tidak berbentuk.
Keperawanan, istilah ini terdengar begitu terus terang, vulgar. Bila seseorang bertanya atau menyebut “Anda perawan atau tidak” tentu pernyataan atau pertanyaan itu akan mengganggu Anda. Namun, lupakan saja soal itu.
Keperawanan, istilah ini terdengar begitu terus terang, vulgar. Bila seseorang bertanya atau menyebut “Anda perawan atau tidak” tentu pernyataan atau pertanyaan itu akan mengganggu Anda. Namun, lupakan saja soal itu.
Mari kita lihat beberapa pandangan soal keperawanan. Di beberapa belahan dunia lain, konsep keperawanan memiliki arti masing-masing.
- Ada kebudayaan yang menganggap seorang wanita yang belum menikah tetaplah perawan meski dia adalah seorang pelacur. Hanya lewat pernikahan sajalah dia kehilangan keperawanan. Meski selama bertahun-tahun seorang perempuan menjadi pelacur, saat menikah dia diperlakukan sebagai perawan, berpakaian putih, dan menampilkan dirinya di hadapan suaminya dengan begitu lugu dan murni. Dialah yang akan mencuri keperawanannya.
- Di bagian dunia lain, seorang wanita yang sudah menikah tanpa anak adalah seorang perawan. Keperawanan hilang hanya saat anak pertamanya lahir lewat saluran vagina. Keperawanan tidak hilang karena hubungan seks melainkan dengan menjadi ibu. Jadi setiap wanita tidak beranak, meski sering berhubungan seks, tetaplah perawan.
- Di antara orang-orang yang takut dengan mitos darah pada malam pertama, darah memiliki cerita panjang yang cukup negatif konotasinya. Seorang laki-laki akan menikahi seorang perempuan hanya setelah selaput daranya pecah lewat hubungan seks dengan seorang asing yang tugasnya memang demikian. Pekerjaan orang asing ini dianggap sulit, dan laki-laki yang melakukannya akan dianggap pemberani karena dia menerima bahaya berulangkali saat melakukan kontak dengan darah.
- Seorang wanita yang diperawani oleh seorang walinya membuktikan pada suaminya bahwa dia lebih murni dan lebih perawan daripada sebelumnya. Karenanya melakukan hubungan seks dengannya tidaklah membahayakan.
- Seorang wanita di kalangan dunia Barat akan tetap dianggap perawan sampai dia melakukan hubungan seksual, oral ataupun anal dengan pria. Dan hal itu masih kita pegang sampai sekarang. Bahkan juga di dunia Timur.
Jika definisi keperawanan kedengarannya membingungkan dan absurd bagi kita dengan cerita ini, maka istilah yang kita gunakan untuk menamai keperawanan akan mengundang senyum masam. Kita mungkin akan bertanya dalam hati, apa artinya mempertanyakan keperawanan seorang wanita.
Dalam sebuah polling menyebutkan bahwa 56 persen anak-anak gadis usia sekolah menengah di Amerika sudah melakukan hubungan seksual. Bahkan lebih dari itu, banyak pasangan yang sudah hidup serumah sebelum pernikahan resmi dijalankan.
Namun demikian, tetap saja banyak pasangan yang menginginkan perkawinan monogami, meski keperawanan bukan lagi sesuatu yang mutlak harus dipertahankan. Satu hal yang pantas diingat adalah bahwa selama berabad-abad konsep keperawanan sebagai sebuah idealisme kemurnian wanita memiliki perbedaan dari satu tempat dengan yang lainnya. Lalu apa artinya perawan? Silakan merenungkannya.
src : per.......us/showthread.php?t=1647
