Showing posts with label ANTARIKSA. Show all posts
Showing posts with label ANTARIKSA. Show all posts

Kisah Penemuan Galaksi Bima Sakti

Bila kita memiliki kesempatan untuk pergi ke daerah yang jauh dari cahaya lampu perkotaan dan cuaca betul-betul cerah tanpa awan, kita akan dapat melihat selarik kabut yang membentang di langit. “Kabut” itu ikut bergerak sesuai dengan gerakan semu langit, terbit di timur dan terbenam di barat.

Selarik kabut di langit yang kita kenal dengan Bima Sakti atau "Jalur Susu'' bagi orang Yunani dan Romawi kuno. Kabut ini membentang melintasi seluruh bola langit, sebagaimana ditunjukkan oleh foto panorama Bima Sakti pada gambar diatas.

Keberadaan kabut ini telah dijelaskan keberadaannya oleh berbagai peradaban semenjak lama. Di kalangan masyarakat Jawa kuno, pada musim kemarau kabut ini melewati zenith, membentang dari timur ke barat, menyerupai sepasang kaki yang mengangkangi Bumi.

Kaki ini adalah milik Bima, anggota keluarga Pandawa yang diceritakan dalam pewayangan Mahabharata. Demikian besar tubuhnya dan betapa saktinya ia, sehingga kabut itu dinamakan Bima Sakti, sebuah nama yang hingga saat ini masih kita gunakan untuk menamai gumpalan kabut tersebut.

Nun jauh dari Jawa, di Yunani, masyarakat di sana memberikan nama lain untuk objek yang sama. Mitologi Yunani menceritakan kelahiran Herakles (dinamakan Hercules dalam mitologi Romawi), anak raja diraja para dewa Zeus dengan Alcmene yanghanya seorang manusia biasa.

Hera, istri Zeus yang pencemburu, menemukan Herakles dan menyusuinya. Herakles sang bayi setengah dewa menggigit puting Hera dengan kuatnya. Hera yang terkejut kesakitan melempar Herakles dan tumpahlah susu dari putingnya, berceceran di langit dan membentuk semacam jalur berkabut.

Tumpahan susu ini kemudian dinamakan 'Jalan Susu'. Demikianlah imajinasi orang-orang Yunani menamakan kabut tersebut, atau galaxias dalam Bahasa Yunani.

Oleh orang-orang Romawi kuno, yang mitologinya kurang lebih sama dengan mitologi Yunani, galaxias diadaptasi menjadi Via Lactea atau 'Jalan Susu' dalam Bahasa Latin. Dari sini pulalah kita memperoleh nama 'Milky Way' yang juga berarti 'Jalan Susu' dalam Bahasa Inggris.

Hakikat kabut ini tidak banyak dibicarakan dalam kosmologi Aristotelian, dan Aristoteles sendiri menganggap kabut ini adalah fenomena atmosfer belaka yang muncul dari daerah sublunar.

Namun, ketika Galileo mengembangkan teknologi teleskop dan mengarahkannya ke kabut 'Jalan Susu', ia melihat ratusan bintang. Di daerah 'berkabut' terdapat konsentrasi bintang yang lebih padat daripada daerah yang tidak dilewati oleh pita 'Jalan Susu'.

Rupanya kabut ini tak lain adalah kumpulan dari cahaya bintang-bintang yang jauh dan kecerlangannya terlalu lemah untuk bisa ditilik oleh mata manusia, sehingga agregat dari pendaran cahaya mereka terlihat bagaikan semacam kabut atau awan.


Bagaimana menjelaskan Kabut 'Jalan Susu' atau 'Bima Sakti' dalam konteks susunan jagad raya?
Alam semesta yang dibayangkan Thomas Wright dari Durham.

Seorang pembuat jam yang mempelajari astronomi secara mandiri, Thomas Wright dari Durham, menjelaskan gejala ini sebagai akibat dari posisi kita dalam sebuah kulit bola.

Thomas Wright menuliskan ini pada tahun 1750 dalam bukunya 'An original theory or new hypothesis of the Universe', dan membuat ilustrasi seperti gambar di atas.

Bintang-bintang tersebar merata pada sebuah kulit bola. Andaikan Matahari kita terletak pada titik A, maka bila kita melihat ke arah B dan C kita akan melihat lebih sedikit bintang daripada bila kita melihat ke arah D dan E.

Kabut 'Jalan Susu' yang merupakan daerah di langit dengan konsentrasi bintang yang lebih tinggi inilah yang kita lihat sebagai arah D dan E.

Sebagai alternatif, Thomas Wright juga memodelkan bintang-bintang yang terdistribusi menyerupai cincin pipih, dan ini juga dapat menjelaskan keberadaan kabut 'Jalan Susu'.

Bila Matahari terletak di permukaan cincin ini, kita akan melihat lebih banyak bintang bila melihat ke arah permukaan cincin, namun tidak akan banyak bintang yang dapat kita amati bila kita melihat ke arah yang tegak lurus permukaan cincin.

Filsuf Jerman Immanuel Kant mengatakan bahwa "Nebula'' Andromeda adalah sistem bintang yang mandiri dan menyerupai sistem Bima Sakti.

Filsuf Jerman Immanuel Kant kemudian membaca buku Thomas Wright dan kemudian memodifikasi ide Wright dan mengatakan bahwa bintang-bintang terdistribusi membentuk cakram pipih.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa cakram pipih ini merupakan sebuah sistem gravitasi yang mandiri dan di luar sistem ini juga terdapat sistem-sistem lain yang berbentuk serupa.

Lebih lanjut Kant berspekulasi bahwa objek-objek menyerupai awan yang disebut juga nebula, dari Bahasa Yunani yang berarti “awan” yang beberapa di antaranya diamati oleh astronom Charles Messier adalah sistem bintang mandiri yang lokasinya jauh dari sistem bintang 'Jalur Susu' tempat Matahari kita berada.

Baik ide Thomas Wright maupun Immanuel Kant merupakan spekulasi belaka di hadapan kurangnya data mengenai distribusi bintang-bintang di sekitar Matahari kita.

Usaha serius untuk memetakan bintang-bintang di sekitar Matahari kita dilakukan kemudian oleh seorang pemusik Jerman yang menjadi pengungsi di Inggris: Friedrich Wilhelm Herschel yang kemudian dikenal dengan nama Inggrisnya yaitu William Herschel.

Astronom Jerman-Inggris William Herschel adalah pengamat astronomi terhebat pada zamannya. Tidak hanya ia bekerja memetakan bintang-bintang di sekitar Matahari, tetapi ia juga menemukan Planet Uranus. Sumber: Koleksi Galeri Potret Nasional, London, Inggris Raya.

Herschel memulai penggunaan statistik dalam astronomi dengan mempraktikkan cacah bintang. Yang dilakukan Herschel adalah menyapu seluruh daerah langit secara sistematis dengan teleskopnya dan menghitung jumlah bintang yang dapat ia lihat di dalam daerah pandang teleskopnya.

Dengan cara ini ia dapat memetakan kerapatan bintang ke segala arah dari Matahari. Herschel juga mengambil asumsi penting yaitu mengandaikan kecerlangan intrinsik semua bintang besarnya sama dengan kecerlangan Matahari, sehingga dengan mengukur kecerlangan semu setiap bintang, ia dapat mengetahui jarak setiap bintang dari Matahari.

Pengandaian ini tentu saja tidak tepat karena banyak bintang yang secara intrinsik jauh lebih terang maupun lebih redup daripada Matahari kita, namun Herschel berharap bahwa Matahari adalah bintang yang jamak ditemukan di alam semesta dan oleh karena itu dapat menjadi cuplikan yang mewakili seluruh bintang.

Dengan cara ini ia berhasil membuat peta sistem bintang 'Jalur Susu'” Pada masa ini teori gravitasi Newton sudah diterima sebagai sebuah realitas dan digunakan untuk menjelaskan kekuatan yang dapat menjelaskan keterikatan satu sama lain Matahari dan bintang-bintang di sekitarnya membentuk sistem bintang.

Dengan dua kenyataan ini, teori gravitasi Newton dan cacah bintang Herschel, orang menyadari bahwa Matahari adalah bagian sistem bintang-bintang yang terikat secara gravitasi, dan “kabut” Jalur Susu adalah akibat dari posisi kita di dalam sistem ini.

“Galaksi” kemudian menjadi nama bagi sistem bintang-bintang ini, dan nama Galaksi kita adalah Milky Way atau orang Indonesia menyebutnya Bima Sakti. Nama yang berasal dari narasi mitologis boleh tetap sama, namun paradigma “Jalur Susu” telah berubah.

Penampang silang Galaksi Bima Sakti berdasarkan hasil cacah bintang William Herschel. Lokasi matahari terletak agak dekat ke pusat, dan Galaksi ini bentuknya agak lonjong. Sumber: Hoskins, M. editor, Cambridge Illustrated History of Astronomy, Cambridge Univ. Press, 1997.

Atas: Pandangan ke arah Pusat Galaksi kita.
Kiri bawah:
Galaksi Pusaran atau Messier 51, salah satu galaksi dekat tetangga Galaksi Bima Sakti.
Kanan bawah: Nebula Rajawali atau Messier 16 di arah Rasi Waluku.
Sumber: Digital Sky/HST/ESO.


Memasuki abad ke-20, ukuran Galaksi Bima Sakti dan lokasi persis Matahari kita di dalamnya belum diketahui dengan pasti.

Teka-teki kedua yang tidak kalah pentingnya adalah hakikat dari nebula-nebula yang banyak ditemukan di sekitar Matahari.

Apakah mereka adalah sistem-sistem bintang yang setara dengan Galaksi Bima Sakti namun mandiri, ataukah mereka adalah bagian dari sistem Bima Sakti?

Tanpa mengetahui informasi akurat mengenai jarak nebula-nebula ini, siapapun bebas berspekulasi. Nebula yang banyak diamati pada masa itu adalah nebula Andromeda dan nebula-nebula lainnya yang berbentuk spiral maupun nebula-nebula lainnya yang bentuknya tak beraturan.

Dilihat dengan teleskop pada akhir abad-19, kedua objek ini terlihat sama saja dan tidak bisa dibedakan mana yang lebih dekat ataupun lebih jauh jaraknya dari Matahari.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, menurut Immanuel Kant, objek-objek ini letaknya sangat jauh, berada di luar Galaksi Bima Sakti, dan merupakan sistem bintang yang menyerupai Bima Sakti namun independen, Mereka adalah “pulau-pulau kosmik.”

Bagi astronom Harlow Shapley, nebula-nebula tersebut jaraknya relatif dekat dan merupakan bagian dari Galaksi Bima Sakti.

Harlow Shapley adalah orang yang berjasa mengukur dimensi Galaksi kita. Dengan menggunakan bintang jenis tertentu, ia dapat mengukur jarak yang sangat jauh dari Matahari kita, mencapai ribuan tahun cahaya.

Pada tahun 1920, diadakan debat terbuka antara Harlow Shapley dengan astronom Heber Curtis yang mengusung pendapat bahwa nebula-nebula tersebut adalah sistem yang independen.

Dalam debat yang di kemudian hari dinamakan sebagai Debat Akbar (The Great Debate) ini, kedua pembicara memaparkan data pengamatan astronomi yang mendukung hipotesis mereka, akan tetapi debat ini tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti mengenai skala Galaksi dan alam semesta kita.



sumber :http://haxims.blogspot.com/2011/07/kisah-penemuan-galaksi-bima-sakti.html

foto Lubang Hitam Barau Ditemukan Astronom Dunia

Pengamatan yang dilakukan menggunakan X-ray mengatakan supernova yang dijuluki SN 1979C merupakan lubang hitam yang sedang terbentuk, ujar sebuah regu ahli astronomi yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

"Jika perkiraan kami benar, itu merupakan contoh terdekat bagi pengamatan penciptaan sebuah lubang hitam," ujar seorang ahli Astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center di Massachusetts, Daniel Patnaude, yang memimpin penelitian itu.


 


Seorang ahli astronomi amatir dari Maryland, Gus Johnson, menemukan supernova pada 1979 di tepi sebuah galaksi yang bernama M100, kemudian para ahli astronomi lain meneliti hal tersebut setelah penemuannya.

Cahaya dan X-ray dari pecahan telah memakan waktu selama 50 juta tahun untuk menuju ke bumi dengan kecepatan cahaya sebesar 300.000 kilometer per-detik atau sekitar 10 triliun kilometer per-tahunnya.


 
Pusat Pengamatan X-ray Chandra milik NASA, Badan Antariksa Eropa XMM-Newton, dan Pusat Pengamatan Rosat milik Jerman telah menyaksikan bahwa itu memancarkan sumber X-ray stabil yang terang.


 
Analisis X-ray mendukung ide bahwa benda yang diamati merupakan lubang hitam dan itu juga akan menarik masuk benda yang jatuh dari sebuah supernova atau mungkin dari bintang kembar, ujar para ahli astronomi.


 
Para ilmuwan percaya bahwa lubang hitam dapat tercipta melalui beberapa cara yang dalam hal ini karena sebuah bintang yang berukuran sekitar 20 kali massa dari Matahari yang akan menjadi supernova dan kemudian meledak menjadi beberapa benda yang padat yang menghisap benda-benda di sekitarnya kedalam inti lubang hitam itu.

Sumber http://www.dunia-unik.com/2010/12/para-ahli-astronom-telah-menemukan.html

Misteri Piramida Di Mars

http://images.astronet.ru/pubd/2004/01/21/0001196214/adirondack_spirit.jpg


Apakah ada kehidupan di Mars? Manusia mulai mencari jawaban atas pertanyaan ini pada tahun 1976, setelah penerbitan foto miripsosok manusia duduk di tumpukan batu. Banyak yang mengatakan bahwa sosok mirip manusia itu merupakan trik cahaya, tapi ada juga yang meyakini sosok itu memang benar manusia. Hingga sekarang 'sosok misterius' itu masih misteri. Prokontra tentang 'sosok aneh' itu masih tetap ada.

Seorang ilmuwan mengatakan, kemungkinan 'sosok' itu adalah manusia. Pemunculannya merupakan tanda bahwa memang ada kehidupan di sana. Kini muncul lagi bukti baru. Baru-baru ini berahsil dirtangkap kamera teleskop sembilan piramida di permukaan Mars. Piramida itu bukan buatan alam.

Piramida itu menggambarkan wajah manusia dan hewan , juga gambar besar yang memperlihatkan profil primata dan anjing.
 
http://web.utanet.at/mahain/Face2001mgs.jpg


Andrew Basiago, President of Mars Anomaly Research Society, menyebut penemuan tersebut 'A New Cydonia. "Para ilmuwan percaya bahwa ada tiga peradaban di Mars, yang salah satunya tersembunyi di bawah permukaan planet.

Para ilmuwan sebelumnya mengatakan bahwa gambar-gambar yang diambil dengan Spirit Rover berisi foto dari lima spesies primata, salah satu yang bernama 'Sendak. Basiago yakin bahwa Mars dulunya berkembang masyarakat memiliki peradaban tinggi. Namun kemudian terjadi bencana dahsyat yang menghancurkan hampir semua yang berada di sekitar Planet Merah itu itu pada 11.500 tahun lalu, serta Atlantis di Bumi.
Beberapa pengamat Mars percaya, setelah kejadian itu, makhluk Mars yang tersisa pindah ke bumi.


sumber :http://www.matabumi.com/berita/misteri-mars-terkuak!-ditemukan-9-piramida-dan-jejak-peradaban-tinggi

Kehidupan Pada Satelit Jupiter

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2008/10/09/article-1074778-02F2CB5A00000578-175_468x410.jpg


Di bawah lapisan es bulan Yupiter, Europa, dipercaya ada samudera luas yang mencapai ke dalaman 160 kilometer. Laut extraterrestrial ini menyedot oksigen seratus kali lebih banyak daripada model-model sebelumnya, menurut penelitian baru.

Jumlah oksigen tersebut cukup banyak untuk mendukung lebih dari sekadar bentuk kehidupan mikroskopis. Sedikitnya sebanyak tiga ton makhluk menyerupai ikan secara teoritis dapat hidup dan bernapas di Europa, kata penulis studi Richard Greenberg dari University of Arizona di Tucson.

Tidak ada yang mengatakan bahwa ada kehidupan di sana sekarang, kata Greenberg, yang mempresentasikan karyanya bulan lalu pada pertemuan American Astronomical Society's Division for Planetary Sciences. "Tapi kita tahu ada kondisi-kondisi fisik untuk mendukungnya," tambahnya.

 
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2008/05/23/article-1021399-0159A39800000578-148_468x446.jpg



Bagian dasar laut Europa sangat mirip dengan lingkungan di sekitar hidrotermal laut bumi, kata ahli ekologi molekuler, Timotius Shank.

"Saya akan terkejut jika ada kehidupan di Europa," kata Shank.

Meskipun perkiraan baru dianggap menjanjikan, terlalu dini untuk berspekulasi tentang bagaimana evolusi kehidupan Europa. Melihat lebih dekat diperlukan untuk tahu persis bagaimana bahan kimia didistribusikan di Europa dan bagaimana kontibusi sejarah geologi bulan itu terhadap peluang kehidupan.[ito]



sumber :http://inilah.com/berita/teknologi/2009/11/18/181875/bulan-yupiter-mungkin-punya-kehidupan/

Teori Baru, Alam Semesta Awalnya Cair

Dalam sebuah eksperimen untuk menumbukkan inti atom timah hitam di Large Hadron Collider di organisasi riset nuklir Eropa (CERN), fisikawan dari tim detektor ALICE termasuk ilmuwan dari University of Birmingham menemukan bahwa alam semesta di awal masa pembentukannya tidak terlalu panas dan padat, melainkan lebih mirip cairan panas.


Dengan mengakselerasikan dan menabrakkan inti atom timah hitam secara bersamaan pada energi yang amat tinggi, eksperimen ALICE membangkitkan sebuah bola api subatomik yang sangat panas dan padat, menciptakan kembali kondisi yang terjadi dalam beberapa mikrodetik setelah Big Bang, peristiwa yang melahirkan alam raya. Para ilmuwan mengklaim bahwa ledakan besar mini ini menciptakan temperatur lebih dari 10 triliun derajat Celsius.

Pada temperatur sepanas itu, material normal diperkirakan akan meleleh menjadi semacam “sup” primordial yang disebut plasma quark-gluon. Hasil pertama dari tumbukan timah hitam ini telah menyingkirkan sejumlah pemodelan fisika teoretis, termasuk satu pemodelan yang memprediksi bahwa plasma quark-gluon yang tercipta pada energi tersebut akan bersifat seperti gas.

Meski riset terdahulu yang menggunakan energi lebih rendah di Amerika Serikat, mengindikasikan bahwa bola api panas yang diproduksi dalam tumbukan inti akan berlaku seperti cairan, banyak pakar memperkirakan plasma quark-gluon akan bersifat seperti gas pada energi yang jauh lebih tinggi.

Para ilmuwan dari School of Physics and Astronomy di University of Birmingham memainkan peran penting dalam fase baru program LHC ini. “Meski masih dini, kami telah belajar lebih banyak tentang alam semesta di awal pembentukannya,” kata David Evans, peneliti utama Inggris dalam eksperimen ALICE. “Hasil awal ini menunjukkan bahwa alam semesta akan bersifat seperti sebuah cairan superpanas setelah terjadinya Ledakan Besar (Big Bang).”

sumber http://www.duniakita.info/2010/11/teori-baru-alam-semesta-awalnya-cair.html

9 Foto Markas Alien yang Diyakini NASA

Aurora Borealis (North Pole)

Most Alien and Weird Places on Earth


Spain Rio Tinto

Most Alien and Weird Places on Earth

McMurdo Dry Valleys (Antarctica)

Most Alien and Weird Places on Earth

The Richat Structure, near Ouadane, Mauritania

Most Alien and Weird Places on Earth

Rotorua, New Zealand

Most Alien and Weird Places on Earth

Fly Geyser, Reno

Most Alien and Weird Places on Earth

Spotted Lake, Osoyoos, British Columbia

Most Alien and Weird Places on Earth

Kauai, Hawaii

Most Alien and Weird Places on Earth

Mount Roraima (Venezuela, Brazil and Guyana)

Most Alien and Weird Places on Earth

10 Planet Paling Unik yang Baru Ditemukan

Alam semesta begitu luas. Planet yang dihuni manusia, planet bumi adalah satu dari seribu, sejuta, atau bahkan satu dari triliunan planet yang tersebar di angkasa luar. Berdasarkan fakta tersebut, tentunya anda pernah atau sering beranggapan mungkin ada kehidupan lain selain di bumi. Para ilmuwan meyakini kemungkinan tersebut ada dan dari waktu ke waktu terus berusaha mencari petunjuk untuk menemukan dunia baru.

Pada tahun 1990, para ilmuwan menemukan secercah harapan dengan menemukan sejumlah planet di luar tata surya (exoplanet). Planet-planet tersebut sangat beragam. Mulai dari planet api, planet berukuran raksasa, planet berbatu, planet yang tidak memiliki bintang, dan banyak lagi. Hingga kini, penemuan exoplanet mencapai 230 planet. Berikut adalah daftar sepuluh exoplanet 2009 versi Space.com.


1. Sang Kuda Api

Quote from http://jumk.de/astronomie/exoplanet...  
Planet 51 Pegasi b adalah exoplanet pertama yang ditemukan para pemburu planet pada 1990. Planet mirip Jupiter, namun bertemperatur panas ini diberi julukan Bellerphon, pahlawan mitos Yunani yang menjinakkan kuda bersayap Pegasus. Pemberian julukan tersebut berdasarkan gugus bintang Pegasus, lokasi planet itu.
2. Tetangga Terdekat Bumi

http://visions2200.com/Images/Space-EpsilonEridani.jpg

Berjarak hanya 10,5 tahun cahaya, Epsilon Eridani b adalah exoplanet terdekat dengan bumi. Planet tersebut mengorbit jauh dari bintangnya sehingga air atau kehidupan mustahil ada.
3. Planet Tanpa Bintang

http://jumk.de/astronomie/img/planemo.jpg

Terdapat sejumlah exoplanet yang memiliki bintang atau matahari lebih dari satu, bahkan hingga memiliki tiga matahari. Lain halnya dengan Planemos. Planet tersebut hanya "mengambang" begitu saja tanpa mengitari bintang apa pun.
4. Si Gesit

http://spaceflightnow.com/news/n0610/04hubbleplanets/planet.jpg

Planet SWEEPS-10 hanya berjarak 740.000 mil dari bintangnya. Saking dekatnya, planet yang disebut ultra-short-period planets (USPPs) itu hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari untuk mengorbit. Satu tahun di sana sama dengan sepuluh jam di bumi.
5. Dunia Api dan Es

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4e/Upsilon_Andromedae_b.jpg/300px-Upsilon_Andromedae_b.jpg

Planet ini "terkunci" pada bintangnya, sama seperti bulan yang selalu menjadi satelit bumi. Jadi, satu sisi dari planet Upsilon Andromeda b selalu menghadap ke sana. Posisi ini menciptakan temperatur paling tinggi yang sejauh ini diketahui para astronom. Satu sisi planet sangat panas bagai lahar, sedangkan sisi lainnya bertemperatur sangat dingin.
6. Cincin Raksasa

http://www1.nasa.gov/images/content/122417main_image_feature_366_ys_4.jpg

Planet yang mengorbit pada bintang Coku Tau 4 ini adalah exoplanet termuda yang berumur kurang dari satu juta tahun. Para astronom mendeteksi keberadaan planet ini dari lubang besar dari cincin planet tersebut. Lubang tersebut berukuran sepuluh kali lebih besar dari bumi.
7. Si Tua Bangka

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSDkcMcpUIS_pYjVsIPsEM4tueOmkJ9_eYvlmbcWhytf_rauG81Ny1MeixmWtN_e-Z8xUAEYPJZICLM0Oym3IpZrZfBXJKWJBsLykaGienLLtC96mpr3KlDKnLLROLuShnIEzi9-PV4g/s1600/Early_Earth.jpg

Planet tertua yang juga disebut primeval world ini berumur kurang lebih 12,7 miliar tahun. Para ilmuwan menduga planet tersebut terbentuk delapan miliar tahun silam sebelum bumi terwujud dan hanya berselisih dua miliar tahun dari kejadian Big Bang. Penemuan ini menimbulkan wacana bahwa kehidupan mungkin terjadi lebih awal dari yang diduga selama ini.
8. Planet yang Menyusut

http://astropt.org/blog/wp-content/uploads/2007/11/hd209458.jpg

Serupa dengan SWEEPS-10, planet HD209458b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga atmosfer planet tersebut tersapu oleh angin stellar. Sejumlah ilmuwan mengestimasi planet tersebut kehilangan sepuluh ribu ton material setiap detiknya. Pada akhirnya, mungkin hanya inti dari planet itu yang akan tersisa.
9. Si Atmosfir Tebal

http://www.sciencecentric.com/images/news/hd_189733b_ir_300_296.jpg

Planet HD 189733b adalah planet pertama yang atmosfernya "tercium" oleh para ilmuwan. Dengan menganalisis cahaya dari sistem bintang planet itu, astronom mengatakan atmosfir planet tersebut tertutup oleh semacam kabut tebal serupa dengan butiran pasir. Sayangnya, air tidak terdeteksi di planet tersebut. Namun, pemburu planet menduga ada kehidupan di balik kabut tebal itu.
10. Kembaran Bumi?


Gliese 581 C adalah exoplanet yang saat ini banyak menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia. Pasalnya, planet terkecil di luar sistem tata surya ini berada di "zona aman". Artinya, planet ini terletak tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dengan bintangnya, sama seperti posisi bumi kita dengan matahari. Penemuan ini menaikkan probabilitas terdapat air atau bahkan kehidupan di sana. Planet ini 50 persen lebih besar dan lima kali lebih masif dari bumi.

 
Mungkinkah ada kehidupan lain di luar sana? Para ilmuwan mengatakan dapat lebih menguak hal tersebut pada tahun 2013, saat pengerjaan teleskop berteknologi tinggi bernama James Webb Space Telescope (JWST) rampung.

    sumber: http://fadlyunik96.blogspot.com/2010/01/10-planet-paling-unik-yang-belum-anda.html

Keindahan Sunset Di Planet Mars


Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari nama Dewa perang Romawi. Namun planet ini juga dikenal sebagai planet merah karena penampakannya yang kemerah-merahan.

Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.

Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam.

Dalam mitologi Yunani, Mars identik dengan dewa perang, yaitu Aries, putra dari Zeus dan Hera.

Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia Mensae. Fitur ini merupakan sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di Mars, walaupun di masa kini, telah terbukti bahwa fitur tersebut hanyalah sebuah kenampakan alam biasa.













Sumber : http://www.taukahkamu.com/2010/10/sunset-keindahan-keindahan-di-planet.html

10 Fakta Ketika Tinggal di Ruang Angkasa !!!

Selama satu hari Anda akan mengalami 16 matahari terbit
“1″:

Matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbit rendah Bumi, sehingga sangat sulit untuk tidur dengan baik karena tidak adanya siklus siang-malam. Untuk mengatasi hal ini, ISS astronot administrator mengatur jadwal berbasis pada 24-jam Bumi untuk menjaga aktivitas mereka sebagai membumi mungkin. Jam onboard ISS ditetapkan Greenwich Mean Time (GMT), sekitar pertengahan antara Houston, Tex, dan Moskow. Untuk menjaga astronot pada jadwal, Misi Control mengirim panggilan ke misi antar-jemput. Mereka biasanya memainkan musik, yang diminta oleh astronot atau anggota keluarga astronot. Astronot di ISS, di sisi lain, bangun dengan bantuan alarm.


Anda Akan Tumbuh Lebih Tinggi
“2″:

Tanpa gaya tekan gravitasi, tulang belakang Anda mengembang dan Anda tumbuh lebih tinggi, biasanya antara 5 dan 8 cm. Sayangnya, tinggi ekstra dapat membawa komplikasi, yang mungkin termasuk sakit punggung dan masalah saraf.


Anda dapat berhenti mendengkur
“3″:

Studi tahun 2001 menunjukkan bahwa astronot yang tertidur mendengkur di Bumi bisa diam di ruang angkasa. Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur.


Beberapa makanan dan bumbu memerlukan tambahkan air untuk dimakan di luar angkasa
“4″:

Di ruang angkasa, garam dan merica tersedia, tetapi hanya dalam bentuk cair. Hal ini karena astronot tidak bisa menaburi garam dan merica pada makanan mereka di luar angkasa. Garam dan merica hanya akan pergi jauh. Ada bahaya jika mereka menyumbat saluran udara, mengkontaminasi peralatan atau terjebak dalam mata astronot, mulut atau hidung.


Waktu terpanjang seseorang tinggal di luar angkasa adalah 438 hari
“5″:

Rekor untuk sebuah misi jangka panjang dipegang oleh kosmonot Rusia Valeri Polyakov, yang menyelesaikan 438-hari (atau 14 bulan) pergiliran tugas di atas kapal stasiun ruang angkasa Mir pada tahun 1995.


Hanya tiga orang yang pernah meninggal di ruang angkasa
“6″:

Dari 439 ruang astronot yang masuk hingga akhir bulan November 2004, 11 telah meninggal dalam insiden pelatihan dan 18 telah meninggal dalam kecelakaan dalam penerbangan. Dari mereka 18, hanya awak Soyuz 11 pada tahun 1971 yang benar-benar meninggal di ruang angkasa. Amerika Serikat menetapkan ruang-batas pada ketinggian 50 mil sementara FAI mendefinisikan ruang angkasa sebagai dimulai pada ketinggian 100 km. Penerbangan Challenger terakhir pada tahun 1986 tidak pernah mencapai ketinggian ini. Columbia pecah berantakan di re-entry.
Awak Soyuz 11, Georgi Dobrovolski, Viktor Patsayev dan Vladislav Volkov, tewas setelah undocking dari stasiun ruang angkasa Salyut 1 setelah tiga minggu tinggal. Sebuah katup pada pesawat antariksa telah dengan sengaja membuka ketika modul terpisah, yang hanya ditemukan saat modul ini dibuka oleh tim pemulihan. Secara teknis ini merupakan satu-satunya korban di dalam ruang angkasa (di atas 100 km).


Hampir setiap astronot ruang angkasa mengalami sakit / mabuk angkasa
“7″:

Dalam ketiadaan gravitasi, sinyal dari sistem dan vestibulary reseptor tekanan, efek langsungnya biasanya menyebabkan disorientasi: banyak astronot tiba-tiba merasa diri mereka yang terbalik, misalnya, atau bahkan mengalami kesulitan dalam merasakan lokasi tangan dan kaki mereka sendiri. Disorientasi ini adalah penyebab utama yang disebut Sindrom Adaptasi Ruang Angkasa, yang biasanya astronot menggambarkan sebagai “istilah keren untuk muntah”. Setengah atau lebih dari semua orang yang pernah ke ruang angkasa menderita sakit, yang membawa serta sakit kepala dan konsentrasi yang buruk serta mual dan muntah. Biasanya, masalah hilang dalam beberapa hari setelah astronot beradaptasi.


Hal yang paling sulit untuk menyesuaikan diri ketika kau kembali dari ruang angkasa, adalah ketika Anda melepaskan benda-benda, mereka jatuh.
“8″:

Ketika mereka kembali ke bumi, astronot harus beradaptasi kembali seperti kesakitan seperti ketika mereka pertama kali ke ruang angkasa. Ada satu re-adaptasi yang dapat mengambil waktu agak lebih lama untuk menyelesaikan, walaupun konsekuensi yang lebih mungkin menyenangkan daripada menyakitkan. Beberapa kosmonot Rusia telah melaporkan bahwa beberapa bulan setelah penerbangan mereka, mereka masih sesekali melepaskan cangkir atau objek lain di udara – dan cukup bingung ketika jatuh ke lantai.


Radiasi kosmik membuat Anda melihat kilatan menyilaukan
“9″:

Menatap keluar dari ruang kapsul, astronot Apollo menyaksikan pemandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Mereka melihat pemandangan cakram biru bumi sdangat terang dengan latar belakang warna hitam pekat. Mereka melihat Bulan di sisi jauh. Mereka juga melihat kilatan cahaya aneh di dalam bola mata mereka! Sejak itu, astronot pesawat Skylab, Shuttle, Mir, dan Stasiun Luar Angkasa Internasional memiliki semua laporan melihat kilatan ini. Apa yang astronot alami itu adalah radiasi ruang zipping melalui mata mereka seperti subatomik peluru. Ketika sebuah “peluru” pemogokan retina, memicu sinyal palsu yang membuat otak menafsirkan sebagai kilatan cahaya. Tak perlu dikatakan, ini tidak baik untuk mata Anda. Setidaknya 39 mantan astronot telah mengalami beberapa bentuk katarak setelah terbang.


Sementara di angkasa, Anda mungkin harus mengambil spons mandi untuk kebersihan diri
“10″:

Sementara stasiun seperti Skylab dan Mir telah dilengkapi dengan shower, kebanyakan astronot mengambil spons mandi dengan menggunakan waslap atau towelettes basah. Hal ini akan mengurangi jumlah air yang dikonsumsi. Setiap astronot juga akan memiliki alat kebersihan pribadi seperti sikat gigi, pasta gigi, sampo, pisau cukur dan alat dasar mandi lainnya.





sumber :http://main.man3malang.com/index.php?name=News&file=article&sid=2693

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...